Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tahap Metamorfosis Kepik dan Karakteristiknya Secara Lengkap

Metamorfosis Sempurna

Metamorfosis sempurna adalah perubahan bentuk yang terjadi pada serangga dimana larva (hewan muda) mempunyai bentuk yang sangat berbeda dengan bentuk ketika sudah dewasa. Biasa dikenal dengan sebutan holometabola. Biasanya cara makan bahkan habitatnya pun berbeda. Terdapat masa transisi atau titik perubahan bentuk dari larva menjadi hewan dewasanya yaitu menjadi kepompong.Hewan yang mengalami metamorfosis sempurna melewati empat tahap pertumbuhan dan perkembangan. Tahapannya yaitu telur – larva – pupa – imago / hewan dewasa. Contoh hewan bermetamorfosis sempurna adalah nyamuk, lalat, kupu-kupu dan masih banyak yang lain.

Hemiptera adalah ordo dari serangga yang juga dikenal sebagai kepik. Hemiptera terdiri dari 80.000 spesies serangga seperti tonggeret, kutu daun, anggang-anggang, walang sangit, dan lain-lain. Mereka semua memiliki ciri-ciri khusus seperti mulut berbentuk jarum dan tidak mengalami metamorfosis sempurna.
Serangga kecil yang dikenal sebagai kepik (ladybug) tidak termasuk dalam Hemiptera, melainkan termasuk dalam ordo Coleoptera (kumbang) karena memiliki perbedaan dalam hal anatomi dan siklus hidupnya.


Kepik mengalami metamorfosis sempurna. Anak kepik yang baru menetas biasanya memiliki penampilan yang sama dengan induknya, namun ukurannya lebih kecil dan tidak besayap. Fase anakan ini dikenal dengan nama nimfa. Nimfa kepik ini kemudian melakukan pergantian kulit berkali-kali hingga akhirnya menjadi imago (dewasa) tanpa melalui fase kepompong.
  1. Fase pertama daur hidup kepik adalah telur. Telur kepik berbentuk lonjong dan berwarna kuning. Telur-telur ini biasanya menetas sekitar seminggu setelah pertama kali dikeluarkan. 
  2. Larva kepik umumnya memiliki penampilan bertubuh panjang, diselubungi bulu, dan berkaki enam. Larva ini hidup dengan makan sesuai makanan induknya dan ketika mereka bertumbuh semakin besar, mereka melakukan pergantian kulit.
  3. Larva yang sudah sampai hingga ukuran tertentu kemudian akan berhenti makan dan memasuki fase kepompong pada usia dua minggu sejak pertama kali menetas. Kepompong ini biasanya menempel pada benda-benda seperti daun atau ranting dan berwarna kuning dan hitam. Kepik dewasa selanjutnya akan keluar dari kepompong setelah sekitar satu minggu. Sayap depan kepik yang baru keluar masih rapuh dan berwarna kuning pucat sehingga ia akan berdiam diri sejenak untuk mengeraskan sayapnya sebelum mulai berakivitas.


Karakteristik Kepik

Selain karakteristik fisiknya, kepik juga memiliki beberapa kemampuan unik sebagai berikut:

  1. Mampu terbang tinggi - Ketika terbang, kepik akan mengepakkan sayap belakangnya. Namun ketika sayap belakangnya tidak dipakai, sayapnya yang transparan tersebut akan dilipat di bawah sayap depan. Sayap depan ini baru akan digunakan ketika kepik akan terbang tinggi. Karena sayap depannya keras, sayap tersebut juga digunakan sebagai pelindung.
  2. Mengeluarkan bau beracun - Ketika kepik merasa terancam, ia akan mengeluarkan bau yang berasal dari cairan yang keluar dari persendia kakinya. Cairan yang beracun ini juga dapat membuat pemangsanya merasa pusing.
  3. Mampu pura-pura mati - Untuk mengecoh lawan, kepik yang baru terbang akan jatuh ke tanah secara tiba-tiba dan tidak bergerak lagi. Ketika kepik berpura-pura mati, lawan akan meninggalkannya.
  4. Dapat menempel pada berbagai permukaan - Walaupun tidak terlihat secara langsung, kepik memiliki rambut-rambut halus di kakinya yang berujung seperti sendok. Rambut-rambut halus tersebut dapat menghasilkan cairan yang berminyak dan lengket, sehingga kepik dapat menempel dimana saja seperti kaca.
 


Klasifikasi Lady Kumbang

Kerajaan - Animalia
Filum - Arthropoda
Kelas - Insecta
Order - Coleoptera
Family - Coccinellidae

Kepik Diet

Kebanyakan kepik adalah predator dengan selera rakus untuk kutu daun dan serangga bertubuh lunak lainnya. Kepik dewasa akan makan beberapa ratus kutu daun sebelum kawin dan bertelur pada tanaman penuh. Pakan larva kumbang pada kutu daun juga. Beberapa spesies kumbang lebih memilih hama lainnya, seperti tungau, lalat putih, atau serangga skala. Beberapa bahkan memakan jamur atau jamur. Salah satu subfamili kecil kepik (Epilachninae) termasuk kumbang pemakan daun seperti kumbang kacang Meksiko. Sejumlah kecil kumbang dalam kelompok ini adalah hama, tetapi sejauh ini mayoritas kepik adalah predator menguntungkan serangga hama .

Kepik Life Cycle

Kepik mengalami metamorfosis lengkap dalam empat tahap: telur, larva, pupa, dan dewasa. Tergantung pada spesies, kepik betina dapat bertelur sampai 1.000 telur dalam beberapa bulan dari musim semi ke awal musim panas. Telur menetas dalam waktu empat hari.
Larva kumbang menyerupai buaya kecil, dengan tubuh memanjang dan kulit bergelombang. Sebagian besar spesies melalui empat instar larva. Larva menempel daun, dan menjadi kepompong. Kepik pupa biasanya oranye. Dalam waktu 3 sampai 12 hari, dewasa muncul, siap untuk kawin dan pakan.Kebanyakan kepik menahan musim dingin sebagai orang dewasa. Mereka membentuk agregat, atau kelompok, dan bernaung di sampah daun, di bawah kulit kayu, atau tempat-tempat lain yang dilindungi. Beberapa spesies, seperti Asian lady kumbang warna-warni , lebih memilih untuk menghabiskan musim dingin tersembunyi di dinding bangunan.

Adaptasi khusus dan Pertahanan dari kepik

Ketika terancam, kepik “refleks berdarah,” melepaskan hemolymph membentuk sendi kaki mereka. The hemolymph kuning kedua beracun dan berbau busuk, dan efektif menghalangi predator. warna-warna cerah yang ladybug ini, merah dan hitam pada khususnya, mungkin sinyal toksisitas untuk predator juga.Beberapa bukti menunjukkan bahwa kepik bertelur subur bersama dengan orang-orang yang subur, dalam rangka menyediakan sumber makanan bagi larva menetas. Ketika pasokan makanan alami terbatas, kepik meletakkan persentase yang lebih tinggi dari telur subur.



Penelusuran yang terkait dengan Karakteristik kepik


  • kepik predator
  • kepik pembunuh
  • kepik daun
  • jenis jenis kepik
  • nama latin kepik coklat
  • klasifikasi kepik hitam
  • ciri-ciri kumbang koksi
  • gejala serangan kumbang koksi